Generated by AI
Penulis
Setiap perayaan kemerdekaan pada bulan Agustus, Indonesia melakukan refleksi perjalanannya sebagai bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Perkembangan teknologi, khususnya akal imitasi (AI), tidak terhindarkan menjadi topik penting yang perlu didiskusikan. Pertanyaan besarnya adalah apakah AI merupakan ancaman atau teman? Dalam konteks bernegara, apakah teknologi ini bisa menolong kita semua menjaga demokrasi, atau malah menjadi mesin yang memperburuk situasi?
Untuk menjawabnya, perlu kejernihan berpikir. Akses terhadap AI tidaklah sama untuk setiap kelompok masyarakat. Satu permasalahan atau pertanyaan yang diajukan ke sistem tersebut bisa menghasilkan jawaban yang berbeda, tergantung dari siapa yang bertanya atau kemampuan finansial untuk mengakses model terbaik. Dengan begitu, akses terhadap AI juga menghadirkan sisi lain dari upaya ”berhenti menjadi tamu di negeri sendiri”, yakni siapa yang betul-betul bisa terlibat dan siapa yang harus tersisih menjadi penonton.







