Lab45

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Trajektori Relasi Media Massa dan Negara

Media massa dan demokrasi membentuk relasi yang tak terpisahkan dalam kehidupan sosial-politik. Di satu sisi, media memiliki peran strategis dalam menopang prinsip-prinsip demokrasi. Namun, dalam praktiknya, media tidak selalu mampu menjalankan fungsi ideal tersebut karena terhalang oleh kepentingan politik rezim yang berkuasa maupun dominasi elite ekonomi. Negara memiliki instrumen untuk membatasi ruang gerak media melalui penyensoran, pembredelan, hingga intervensi pasar. Di sisi lain, pemilik media sering kali menggunakan kekuatan sumber dayanya untuk memengaruhi arah redaksi demi kepentingan pribadi atau afiliasi politiknya.

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Pasang Surut Demokrasi dan Partai Politik

Delapan dekade perjalanan demokrasi Indonesia mencerminkan dinamika politik yang kompleks dan penuh gejolak. Demokrasi Indonesia tidak berkembang secara linier, tetapi mengalami fluktuasi tajam yang dipengaruhi oleh perubahan rezim, orientasi kekuasaan, dan kapasitas kelembagaan negara. Sejak era parlementer hingga masa Reformasi, demokrasi Indonesia telah menghadapi tekanan struktural maupun kultural yang berdampak pada ketegangan antara prosedur formal demokrasi dan kualitas substantifnya.

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Pemberdayaan Perempuan Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi

Monograf kali ini akan menyajikan kajian kritis atas delapan puluh tahun perjalanan pemberdayaan perempuan Indonesia melalui kerja-kerja pemerintahan dengan menelusuri perubahan paradigma pembangunan dari masa ke masa (termasuk dinamika sosial-politik), serta capaian dan tantangan yang dihadapi hingga hari ini. Melalui pendekatan multidisipliner dan partisipatif, dokumen ini tidak hanya memotret kebijakan dan data, tetapi juga menarasikan pengalaman dan suara perempuan dari berbagai kelas sosial dan wilayah, yang selama ini sering terpinggirkan dalam diskursus pembangunan arus utama.

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Relasi Demokrasi, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup

Isu lingkungan hidup akan menjadi tantangan global utama pada masa depan yang menentukan keberlanjutan pembangunan umat manusia. Indonesia, dengan kekayaan ekologis sekaligus kerentanan institusionalnya, menghadapi tekanan besar untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, tata kelola demokrasi, dan keberlanjutan lingkungan. Monograf ini menyajikan analisis empiris atas hubungan jangka panjang antara pertumbuhan ekonomi, kualitas demokrasi, dan degradasi lingkungan (dalam bentuk emisi CO₂) selama lebih dari 80 tahun perjalanan Indonesia merdeka. Serta melakukan proyeksi terhadap kondisi pada masa yang akan datang demi mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Peran Kelas Menengah terhadap Demokrasi

Monograf ini menyadari bahwa pendekatan ekonomi semata dalam memahami kelas menengah tidak cukup menjelaskan keragaman peran politik mereka. Pendekatan tersebut cenderung menyederhanakan identitas kelas menengah sebagai kelompok homogen berbasis pendapatan atau konsumsi. Karena itu, tulisan ini menggunakan pendekatan simbolik-historis sebagaimana dikemukakan oleh Ariel Heryanto, yang menempatkan kelas menengah sebagai posisi sosial yang terbentuk oleh relasi simbolik, ideologis, dan historis. Pendekatan ini memungkinkan pengenalan terhadap segmen kelas menengah kritis, yaitu mereka yang mandiri secara ekonomi dan/atau aktif dalam partisipasi sipil untuk mendorong demokrasi.

Perang Kasat Mata: Membangun Kapasitas Operasi Siber TNI dalam Koridor Demokrasi

Transformasi lingkungan strategis digital menuntut Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membangun kemampuan operasi dan peperangan siber sebagai bagian integral dari sistem pertahanannya. Revisi UU TNI 2025 yang menambahkan peran OMSP dalam menghadapi ancaman siber menjadi tonggak penting, namun juga menimbulkan kekhawatiran akan perluasan wewenang militer ke ranah sipil tanpa batasan yang jelas. Tanpa pengaturan hukum dan akuntabilitas yang ketat, pelibatan TNI dalam ruang digital berisiko mencederai prinsip-prinsip supremasi sipil dan memperburuk kualitas demokrasi Indonesia.

Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi Indonesia 2045: Evolusi dan Arah Pengembangan Doktrin Pertahanan Indonesia

Cakrawala Strategis ini menganalisis evolusi, kondisi terkini, serta memproyeksikan arah pengembangan doktrin pertahanan dan militer yang realistis bagi Indonesia. Analisis dilakukan melalui penelaahan dokumen-dokumen historis dan kontemporer serta membandingkannya dengan tren pertahanan global. Penelaahan historis menemukan adanya dualisme dalam evolusi doktrin pertahanan dan militer Indonesia. Doktrin secara konsisten terus beradaptasi dengan mengadopsi perkembangan peperangan modern.

LAB 45 adalah lembaga kajian yang ingin menyelaraskan antara ilmu pengetahuan dan praktik empiris di bidang peramalan strategis.

LAB 45 berkonsentrasi pada perkembangan global yang berdampak strategis dan bersifat disruptif terhadap kemajuan dan stabilitas Indonesia.

LAB 45 bekerja membantu para pemangku kebijakan dalam mendorong proses transformasi Indonesia menuju negara maju pada tahun 2045.

Logo LAB 45 mencerminkan kesiapan menghadapi ketidakpastian dan tekad untuk terus melangkah maju. Simbol Angsa Hitam merepresentasikan peristiwa langka dan tak terduga yang berdampak signifikan, sebagai pengingat perlunya ketangguhan dan adaptasi bangsa. Sementara itu, Gagak Putih melambangkan keberanian untuk berpikir berbeda dan menemukan peluang dari hal-hal yang dianggap mustahil. Unsur Delta (δ) menegaskan kekuatan dan energi transformasi, sedangkan Epsilon (ε) menggambarkan perjalanan progresif menuju lompatan Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju.

Publikasi

Terpopuler

img

Delapan dekade perjalanan demokrasi Indonesia mencerminkan dinamika politik yang kompleks dan penuh gejolak. Demokrasi Indonesia tidak berkembang secara linier, tetapi mengalami fluktuasi tajam yang dipengaruhi oleh perubahan rezim, orientasi kekuasaan, dan kapasitas kelembagaan negara. Sejak era parlementer hingga masa Reformasi, demokrasi Indonesia telah menghadapi tekanan struktural maupun kultural yang berdampak pada ketegangan antara prosedur formal demokrasi dan kualitas substantifnya.

Penurunan kualitas demokrasi Indonesia dalam dua dekade terakhir terjadi karena semakin dominannya kekuasaan eksekutif, pelemahan lembaga pengawas, serta kooptasi terhadap parlemen, yudikatif, dan media. Partai politik, yang seharusnya menjadi penggerak utama demokrasi, justru berkontribusi pada pelemahan demokrasi melalui kartelisasi, oligarkisasi, dan personalisasi. Di tengah sistem multipartai, tidak terjadi diferensiasi ideologis atau kontestasi programatik yang bermakna, melainkan justru terjadi konvergensi kepentingan elite politik yang menyatu dalam koalisi pragmatis kekuasaan. Akibatnya, demokrasi prosedural kehilangan daya kontrol dan kepercayaan publik semakin menurun.

Politik Hukum dan Keamanan Rabu, 20 Agustus 2025 Monograf

Tim Kami

img
Andi Widjajanto
Penasihat Senior

Andi Widjajanto adalah Penasihat Senior di LAB 45. Konsentrasi kajiannya adalah pertahanan, hubungan internasional, dan keamanan siber.

Andi pernah menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada tahun 2022 s.d 2023. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet di masa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (2014-2015) dan Penasihat Senior Kepala Staf Kepresidenan (2016-2022).

Andi mempelajari ilmu hubungan internasional dan studi pertahanan di School of Oriental and African Studies (SOAS), London School of Economics and Political Science (LSE), National Defense University di Washington D.C., dan S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) di Singapura.

img
Makmur Keliat
Penasihat Senior

Makmur Keliat adalah Penasihat Senior di LAB 45.  Fokus kajiannya meliputi moneter, fiskal, sektor keuangan dan diplomasi ekonomi. Sejak 1999, ia aktif sebagai dosen di Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia.

Makmur memperoleh gelar Sarjana Muda Ekonomi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran, Yogyakarta dan Doktorandus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada. Ia pun meraih gelar Doktor dari School of International Studies, Jawaharlal Nehru University.

img
Haryadi
Penasihat Senior

Haryadi merupakan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga. Di LAB 45, Ia aktif sebagai Penasihat Senior.

Haryadi memiliki banyak keahlian dan pengalaman di bidang politik dan pemerintahan. Selain pernah menjadi fasilitator United Nations Development Programme, ia sempat diangkat sebagai Penasihat Senior Kepala Staf Kepresidenan (2016-2019) dan anggota Tim Ahli Otonomi Daerah pada Kementerian Dalam Negeri (2017-sekarang).

Haryadi menempuh pendidikan sarjana dan pascasarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada. Ia juga meraih gelar master di bidang studi pembangunan dari University of California, Amerika Serikat. Anggota Majelis Wali Amat Universitas Sumatera Utara ini pernah dianugerahi sebagai Dosen Teladan I Tingkat Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

img
Iis Gindarsah
Penasihat Senior

Iis Gindarsah adalah Penasihat Senior LAB 45. Ia pernah bergabung sebagai analis dan peneliti di sejumlah lembaga pemikir, baik di dalam maupun luar negeri. Bidang kepakarannya meliputi transformasi pertahanan, inovasi teknologi persenjataan, hubungan sipil-militer, dan diplomasi pertahanan di Asia Timur.

Gigin memperoleh gelar master di bidang Kajian Strategis dari S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University (2010). Sebelumnya, ia menyelesaikan studi magister hubungan internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2009).

img
Jaleswari Pramodhawardani
Kepala

Jaleswari Pramodhawardani merupakan Kepala LAB 45. Ia pernah menjabat sebagai Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden.

Ia meraih gelar master dari Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia. Bidang kepakarannya adalah hak asasi manusia, kesetaraan gender dan reformasi militer. Alumnus Universitas 17 Agustus 1945 ini meretas karir risetnya sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan mendirikan Local Government Studies (LOGOS).

 

img