PDIP: Partai Ideologis di Tengah Ujian Zaman

Jaleswari Pramodhawardani Kamis, 22 Januari 2026
PDIP: Partai Ideologis di Tengah Ujian Zaman PDIP: Partai Ideologis di Tengah Ujian Zaman

Penulis

Namun, ideologi kini berfungsi berbeda. Ia tidak lagi digunakan untuk menyatakan posisi politik secara terbuka, melainkan sebagai kerangka legitimasi moral dan perekat internal.

Yang hilang dalam pidato rakernas ini bukanlah ideologi. Yang menghilang adalah keberanian untuk menyebut posisi politik secara terang. Tidak ada pernyataan eksplisit apakah PDI Perjuangan memilih kembali menjadi partai penyeimbang seperti 2010 atau sedang menyiapkan diri sebagai oposisi sistemik. 

Tidak ada sikap terhadap isu-isu elektoral yang krusial, termasuk desain demokrasi lokal seperti pilkada langsung atau tidak langsung. Semua itu dibiarkan dalam wilayah diam.

Diam ini bukan kebetulan. Ia adalah konsekuensi dari beberapa hal yang saling bertaut: usia kekuasaan yang panjang, kompleksitas internal partai yang besar dan majemuk, kebutuhan merapatkan barisan agar tidak terbelah, serta transisi politik nasional yang belum sepenuhnya mapan. 

Publikasi Terkait